REZEKI

Ini adalah kesekian kalinya tawaran menginap di hotel di Jogja mampir di WA. Tawaran dari teman menggantikan dirinya yang tidak bisa datang ke kota ini karena urusan yang belum selesai di luar Jogja. Sebenarnya kuyakin dia sudah merencakan menginap di hotel ini dari jauh-jauh hari. Tetapi di hari H, malah ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal. Daripada hangus, dia menawarkan kepadaku untuk kunikmati.

‘Ya, mau!’ tanpa ragu kujawab. Entah kenapa aku suka menginap di hotel sesekali. Dalam suasana kamar yang rapi (dan adem), sepertinya aku bisa menulis banyak. Aku tidak akan menikmati channel tivi atau hiburan lainnya karena aku bukan tipe visual yang kuat.

Temanku ini adalah teman yang sama yang menawarkanku menempati kamar di Grand Zamzam Makkah karena tantenya tidak jadi menginap di sana. Sebuah tawaran yang sangat langka (untukku) yang entahlah kapan aku bisa haji atau umroh di hotel sekelas itu.

Rezeki memang seperti itu ya. Dia akan mendatangi manusia yang ditakdirkan untuk menerimanya. Tidak diragukan, tidak disangkal lagi. Sering saya membawa makanan dari kantor, untuk saya bawa pulang. Sudah terpikir makanan pemberian teman kantor ini akan dinikmati Mas Wawan. Tapi di tengah jalan, sepertinya ada mereka yang lebih membutuhkan makanan itu. Akhirnya makananpun berpindah kepemilikan. Ke bapak yang kutemui di pinggir jalan. Tidak sampai itu, bisa saja si Bapak akhirnya tidak memakan makanan itu tapi anak dan istrinya. Wallahualam.

Bila merenungi perjalanan makanan tadi, makanan tadi awalnya diniatkan teman saya untuk bisa dinikmati oleh saya. Tapi saya sudah kenyang dan tidak jadi memakannya. Dan skenario hidup terus berjalan, makanan beralih-alih kepemilikan. Dan berakhir dalam perut seorang anak kecil yang entahlah siapa itu yang tidak dikenal oleh orang yang membelikan makanan itu.

Kalau begitu, harusnya kita tidak perlu khawatir ya untuk rezeki ini. ALLAH tidak akan membiarkan kita tidak makan (bila bukan ceritanya mati kelaparan). Harusnya ada hal lain yang perlu dipikirkan dan dikhawatirkan selain rezeki. Yaitu banyaknya amal kita. (hiks langsung tertohok)

Sebelumnya

Persiapan Berangkat Haji Apa Saja?

Konten Terkait